Dulu hanya dipandang sebagai tempat liburan akhir pekan, kota-kota kecil ini kini menjadi rumah permanen bagi banyak orang. Dan harga properti mencerminkan tren tersebut. Jadi, apa itu Zoom Town sebenarnya? Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi Zoom Town, alasan mereka berkembang, dan apa artinya bagi investor real estat.

Apakah Anda seorang investor properti berbasis token atau baru terjun ke dunia real estat, materi ini mungkin akan membantu Anda memahami mengapa harga real estat di kota-kota kecil dan tenang ini naik.

Zoom Town: Menjauh dari hiruk pikuk kota

Zoom town adalah tempat-tempat kecil dan indah yang dulunya sulit dihuni sepanjang tahun karena terlalu jauh dari kota-kota besar tempat kebanyakan orang bekerja. Namun, pekerjaan jarak jauh telah mengubah itu. Kini, para profesional dapat menetap di kota-kota tersebut sepanjang tahun, tanpa mengorbankan karier mereka. 

Nama "Zoom town" adalah perpaduan cerdas dari dua hal: alat konferensi video Zoom, dan "Boomtown" zaman dulu – tempat yang berkembang pesat selama demam emas atau minyak. 

Pertumbuhan popularitas kota-kota ini baru-baru ini merepresentasikan pergeseran yang lebih luas dalam pola kerja dan gaya hidup. 

3 Alasan Utama Orang Pindah ke Zoom Town

Mengapa seseorang mau menukar kota besar dengan kota kecil? Jawabannya terletak pada beberapa keuntungan utama.

Biaya hidup yang lebih rendah

Apakah Zoom Town terjangkau dibandingkan dengan kota-kota besar? Bagi kebanyakan orang, jawabannya adalah ya. Seseorang yang hanya bisa menyewa atau membeli apartemen kecil di kota besar mungkin akan menemukan bahwa mereka mampu membeli rumah yang lebih besar di Zoom Town. Rumah-rumah ini sering kali dilengkapi dengan fasilitas yang lebih baik dan ruang yang lebih luas. 

Dikelilingi alam

Banyak Zoom Town terletak di dekat tempat-tempat wisata alam seperti gunung, hutan, danau, atau garis pantai. Warga dapat dengan mudah menikmati aktivitas luar ruangan seperti mendaki atau E-kayak. Kedekatan dengan alam menghadirkan keseimbangan kerja-hidup yang sehat yang tidak dapat ditawarkan oleh kota-kota besar. 

Infrastruktur digital yang lebih baik

Seiring dengan meningkatnya permintaan akan lokasi kerja jarak jauh, banyak Zoom Town berinvestasi dalam internet berkecepatan tinggi, ruang kerja bersama, dan infrastruktur modern untuk mendukung para profesional digital. Hal ini membantu para profesional bekerja dengan lancar dari tempat-tempat yang dulunya hanya menjadi tempat liburan musiman. 

Bersama-sama, faktor-faktor ini membuat tinggal di Zoom Town menarik dan praktis. Namun, apakah perumahan di Zoom Town terjangkau dan nyaman bagi semua orang? Mari kita cari tahu. 

Bagaimana pekerja jarak jauh mengubah Zoom Town 

Relokasi pekerja jarak jauh membawa peluang dan tantangan bagi masyarakat kecil. Begini caranya: 

Pertumbuhan ekonomi 

Penduduk baru membelanjakan uang di toko-toko lokal, restoran, dan penyedia layanan. Permintaan baru ini mendorong bisnis yang ada untuk berkembang dan menginspirasi pengusaha untuk meluncurkan usaha baru. Pekerja jarak jauh juga berkontribusi pendapatan pajak, memberikan dorongan finansial kepada kota-kota. 

Keterjangkauan harga perumahan 

Meningkatnya permintaan akan rumah mendorong kenaikan harga properti, terutama di kota-kota dengan pembatasan pembangunan baru. Ini menimbulkan pertanyaan: apakah perumahan di Zoom Town terjangkau bagi penduduk lokal? Seringkali, jawabannya adalah tidak. Biasanya, mereka menghasilkan jauh lebih sedikit daripada profesional teknologi jarak jauh, dan kota yang terjangkau dapat menjadi tidak terjangkau bagi orang-orang yang tumbuh di sana. 

Keterbatasan sumber daya 

Sekolah, klinik, dan jalan dirancang untuk populasi yang lebih kecil. Pertumbuhan yang cepat dapat membebani sistem ini, menyebabkan waktu tunggu yang lebih lama dan fasilitas yang terlalu padat. Pemerintah daerah harus bertindak cepat untuk memperluas infrastruktur yang diperlukan. 

Bagaimana kota bersaing untuk mendapatkan pekerja jarak jauh 

Pemerintah di seluruh dunia bersaing untuk menarik pekerja jarak jauh, karena mereka berkontribusi pada daya beli dan pendapatan pajak, tanpa menggantikan peluang kerja lokal. Banyak yang menawarkan insentif khusus: 

Keringanan pajak 

Beberapa negara telah mengurangi pajak bagi pekerja jarak jauh asing. Portugal memiliki rezim pajak yang menguntungkan bagi para nomad digital. Yunani menawarkan keringanan pajak sebesar 50% selama tujuh tahun pertama bagi mereka yang pindah. 

Program nomad digital 

Visa dan program khusus telah menjadi alat populer untuk menyambut para profesional jarak jauh. Negara-negara seperti Kroasia dan Estonia kini mengizinkan pekerja jarak jauh untuk tinggal dan bekerja secara legal untuk jangka waktu yang lebih lama. 

Bantuan tunai dan perumahan 

Beberapa daerah melangkah lebih jauh. Desa-desa di Italia dan Spanyol menawarkan bantuan tunai untuk menarik penduduk baru. Yang lain memberikan bantuan perumahan, tanah murah, atau bahkan real estat gratis kepada mereka yang bersedia menetap di sana.

Program-program ini membantu mengubah kota-kota yang tenang menjadi komunitas yang berkembang, menguntungkan baik pendatang baru maupun penduduk lama.

Bagaimana investor real estat bisa mendapatkan keuntungan dari Zoom Town

Munculnya Zoom Town juga merupakan peluang investasi. Mari kita pelajari cara menggunakannya saat berinvestasi di properti,

Meningkatnya nilai properti 

Karena semakin banyak pekerja jarak jauh pindah ke kota-kota kecil, permintaan akan perumahan meningkat. Pasokan yang terbatas sering kali mendorong harga naik, terkadang secara signifikan. Investor yang mengidentifikasi Zoom Town yang muncul lebih awal dapat memperoleh manfaat dari apresiasi modal yang kuat seiring waktu. 

Permintaan sewa 

Tidak setiap pendatang baru ingin segera membeli properti. Banyak profesional jarak jauh menyewa terlebih dahulu untuk menguji area tersebut. Hal ini menciptakan permintaan yang stabil untuk properti sewaan, seringkali dengan keuntungan yang lebih tinggi daripada di pasar perkotaan yang jenuh. 

Yang perlu diperhatikan 

Sebelum berinvestasi, cari tiga hal: internet berkecepatan tinggi yang andal, populasi pekerja jarak jauh yang terus bertambah, dan dukungan pemerintah daerah untuk penduduk baru. Kota-kota dengan ketiganya lebih mungkin melihat pertumbuhan yang berkelanjutan. 

Risiko yang perlu dipertimbangkan

Pertumbuhan Zoom Town tidak dijamin. Jika tren pekerjaan jarak jauh berbalik atau pemberi kerja memanggil kembali pekerja ke kantor, permintaan bisa menurun. Selain itu, beberapa kota mungkin membatasi sewa jangka pendek atau pembangunan baru, membatasi pilihan investor. Selalu teliti peraturan lokal sebelum berkomitmen. 

Kesimpulan: Zoom Town adalah peluang baru bagi investor

Zoom Town merepresentasikan pergeseran yang langgeng tentang bagaimana orang menyeimbangkan pekerjaan, kehidupan, dan lokasi. Bagi penduduk, komunitas ini menawarkan keterjangkauan, alam, dan ritme yang lebih lambat. 

Bagi investor real estat, tren ini menghadirkan peluang awal di pasar dengan potensi pertumbuhan yang kuat. Karena pekerjaan jarak jauh terus membentuk kembali tempat tinggal orang-orang, Zoom Town kemungkinan akan tetap menjadi sorotan – dan dalam radar investor cerdas. 


Ingin mempelajari lebih lanjut tentang investasi real estat? Tetap bersama kami! 

Ikuti NOVA di Facebook dan Telegram untuk mengikuti tren real estat terbaru.